Kamis, 26 November 2015

Tahukah Anda yang Dicita-citakan Ibunda Tercintamu dari Ilmumu?

    Semua orang pasti bercita-cita ingin menjadi orang kaya. Karena kalau sudah kaya semua keinginannya bisa didapatkan. Ingin pergi naik haji dengan keluarga bisa. Ingin membeli mobil keluarga bisa, liburan bisa. Apa yang diinginkan dapat terpenuhi.

     Cita-cita saya dari kecil ingin menaikkan haji ibunda saya, beliau sangat menginginkan itu. Tapi apa daya uangnya tidak ada. Dia pernah cerita sama saya, kalau kita rajin menabung pasti bisa terkumpul. Kita hanya membutuhkan 3000 ribu perhari sudah bisa kita berangkat lima tahun yang akan datang ucap beliau. Kok bisa saya pikir. Saya hitung-hitung ternyata salah perhitungan, kemudian saya jelaskan kepada ibunda saya rupanya perhitungannya itu salah. Dan pada saat itu saya sangat bersalah, saya melihat wajah ibunda saya berubah. Berubah karena saya tahu harapannya telah saya putuskan. Sejak kejadian itu saya berjanji akan merealisasikan cita-cita ibunda saya itu. Saya yakin dengan ikhtiar dan do’a, Allah pasti memberikan yang terbaik bagi hambanya.

     Inilah sebenarnya cita-cita besar setiap orang tua. Tetapi ada yang lebih besar. Apa itu? Saya pernah berdiaolog dengan Ibu saya. Dia menyanyakan apa rencana saya ketika selesai kuliah. Dengan semangat saya mengatakan.

“Bekerja mencari uang untuk menaikkan haji ibu” dengan semangatnya saya jawab. Tetapi melihat Ibu saya hanya diam. Saya bingung, apakah ada yang salah dari jawaban saya. Rupanya yang diinginkannya bukan itu.

"Bukan itu yang Mama harapkan dari kalian, karena bagaimanapun usaha yang kita lakukan kalau Allah belum memanggil kita, tidak akan bisa. Mama hanya ingin ketika kalian berdo'a kalian menyertakan Mama di dalam do'a kalian."

    
      Ya Allah mendengar jawaban itu saya langsung meneteskan air mata. Sungguh bijak pengetahuan seorang ibu dibanding ilmu yang kita miliki. Kita tidak sempat berfikir jauh bahwasanya aset yang paling berharga dari kedua orang tua adalah kita, yaitu anak yang shaleh. Karena aset ini dapat menguntungkannya melebihi pahala haji dan tetap mengalir pahalanya walaupun mereka sudah tiada. Mudah-mudahan kita termasuk Anak yang senantiasa mendo'akan kedua orang tua kita. Amiin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar