Rabu, 25 November 2015

Kewajiban Mahasiswa Yang Sering Terlalaikan



Saya merupakan hasil didikan masyarakat yang berada dilingkungan yang kurang bersahabat untuk ta'at. Namun saya masih diberikan Allah hidayah sehingga saya masih mau berikhtiar untuk menghindari perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya. Dengan memulai hal yang kecil,  setidaknya dengan senantiasa menjalankan shalat lima waktu. Alhamdulillah Allah masih memberikan saya pertolongan dengan dijauhkan dari perbuatan yang keji dan mungkar.Walaupun tidak sebersih kain putih. Pasti ada dosa. Namun kita bisa menjadi orang yang the best apabila kita langsung bertaubat dan mengubah perbuatan kita itu lebih baik dari yang sebelumnya.

Dilingkungan saya, setelah saya kaji masyarakatnya jarang melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Walaupun ada tetapi sunyi. Setelah saya kaji lebih dalam ini adalah kesalahan saya sendiri. Awalnya saya berargumentasi tidak bersalah karena belum pantas melakukan itu. Dengan beranalogi  bagaimana mungkin orang buta bisa menyebrangkan orang yang cacat. Padahal yang buta tidak dapat melihat . Penafsirannya, mana mungkin orang mau diajak sedangkan kita masih belum tahu. Namun pemikiran saya itu dibantah surah an-Nahl ayat 125 yang menyuruh kita mengajak orang kejalan Allah dengan hikmah. Cukup mengajak saja, apalah salahnya kita rangkul teman-teman kita ke Masjid dengan cara yang hikmah.

Kalau dilihat dari arti hikmah adalah bijaksana. Bijaksana dapat direalisasikan apabila orang yang menyampaikannya memang bijak. Jadi sebijak-bijak manusia dimuka bumi ini adalah Rasulullah Saw, beliau adalah teladan yang baik, akhlak beliau adalah akhlak Al-Qur’an, perkataan beliau adalah wahyu Allah Swt, jadi dengan bahasa lain yang mendidik beliau adalah langsung dari Allah Swt. Sedangkan saya sendiri perbandingannya sangat jauh dari apa yang dimiliki Rasulullah Saw. Namun saya tidak putus asa. Saya kuliah sekarang untuk memperdalam itu agar bisa berdakwah dan memeberikan pencerahan terhadap ummat. Setidaknya ada percikkan akhlak Rasulullah yang bisa saya tiru kemudian saya sampaikan kepada masyarakat yang memang membutuhkannya. Dengan harapan dapat memperbaiki prilaku ummat terkhusus diri saya sendri.

Sekarang tugas berat saya adalah apa yang diperintahkan Rasulullah Saw yakni “ menyampaikan kebaikan walaupun satu ayat”. Ini kelihatan perbuatan yang sepele. Tapi saya kadang-kadang menghitungnya satu hari hasilnya nihil, tidak ada yang disampaikan walaupun satu ayat. Bahkan kalau saya hitung semenjak saya baligh mungkin masih bisa diperkirakan masih puluhan yang dapat saya sampaikan. Dan bagaimana saya tidak merasa takut, ketika nanti dipertanyakan di alam kubur man Nabiyyuka? Ketika saya jawab “nabi Muhammad Saw.” Munkar & nakir menjawab “Anta Munafik!!!”. Na’uzu billah min jalik. Karena saya merasa belum banyak melakukan apa yang diperintahkan Nabiyyullah melalui hadisnya. Jangakankan megamalkannya bahkan terkadang saya lebih suka membaca novel-novel dibanding hadisnya Rasullah Saw. Apa tidak munafik kalau perbuatan itu tetap berlanjut, kita mengaku-ngaku ummat Muhammad Saw. Tetapi kita tidak mengindahkan sunnah-sunnahnya, inilah yang saya takutkan. Mudah-mudahan kita masih dianggap baginda Nabi Muhammad Saw. Sebagai ummatnya. Amin.

 Ada kisah yang membuat saya berubah menjadi seperti sekarang ini. Walaupun saya biasa-biasa saja. Namun kalau saya nilai sendiri saya adalah orang yang munafik dulunya. Kisah ini menginspirasi saya  tentang tobatnya seorang pemuda yang licik. Mari kita ikuti kisah tentang pemuda itu.

Ada seorang remaja yang bernama Rudy. Kebiasaan buruknya adalah berjudi, disamping dia berbuat seperti itu dia juga ta’at beribadah, yakni mengerjakan shalat lima waktu. Dengan alasan takut dimarahi keluarga. Karena dikenal keluarga mereka adalah keluarga yang ta’at. Karena setiap adzan kalau masih belum bergegas untuk shalat maka dia langsung ditegur orang tuanya mengapa tidak mengerjakan shalat. Jadi, shalatnya itu karena orang tua, bukan karena lillahi ta’ala. Perbuatannya yang seperti  itu ia kerjakan dengan mulus,rapi, tanpa ada yang mengetahui dari keluarganya. Dia shalat, tapi dia juga berjudi. Itu berlangsung begitu lama, dan belum tersadar walaupun telah mengetahui bahwa perbuatan itu sudah jelas salah. Permisalannya seperti ini “Apa mungkin bisa diminum air putih dicampur dengan oli. kemungkinan bisa saja diminum, tetapi ada efeknya dapat menimbulkan penyakit. 

Hidayah Allah datang kepada Rudy karena terjadinya suatu insiden yang mengetuk hatinya. Dia memiliki Uwak, saudara dari mamaknya. Beliau adalah seorang ustadz. Dan beliau adalah sosok yang sangat dihormati di kampungnya. Rudi dapat kabar uwaknya itu  meninggal dunia. Jadi ikutlah Rudy ini takziah. Sesampai di tempat. Ia terdiam lama. Ia  mendengar bahwa uwaknya itu meninggal ketika berkhutbah ketika shalat jum’at. Sungguh menggetarkannya, dan dia merinding mendengar itu. Karena ia juga tahu bahwa ketika kita melakukan kebaikan diakhir perbuatan kita adalah salah satu tanda-tanda mati dalam keadaan Khusnul khatimah. Yakni mati dalam keadaan yang dirahmati Allah, dan merupakan tanda-tanda penghuni surga. Sejak kejadian itu ia sering menangis. Dan berjanji ingin mengikuti jejak uwaknya yang senang menyampaikan kebenaran walaupun itu pahit, banyak tantangan, hujatan, caci-makian, ia hadapi dengan senyuman dan hati yang dingin. Sampai sekarang yang tidak pernah ia lupakan adalah senyuman uwaknya itu ketika meluruskan orang lain. Tanpa ada yang merasa tersakiti, ataupun yang merasa  digurui. Dan sangking lembutnya beliau, ketika ia meninggal banyak orang yang kehilangan, bahkan orang nasrani banyak yang ikut serta berkunjung melihat jasad beliau diakhir pemakaman. Subhanallah, inilah titik gejolak perubahan Rudy meninggalkan perbuatannya yang salah selama ini.

Dari sini lah saya tergerak untk menyampaikan kebaikan, walupun hanya kata-kata yang se-sederhana mungkin. Dengan mengucapkan,” ayo sholat kawan-kawan”. “Udah adzan kawan-kawan ana duluan ya”. Dengan harapan kita, mudah-mudahan Allah menggerakkannya. Terkadang ada kawan-kawan yang langsung bergerak. Alhamdulillah saya ucap dalam hati. Karena dengan adanya orang yang shalat mengingat Allah Swt maka bumi ini masih dirahmati Allah Swt., bala dijauhkan Allah, dan kasih sayang masih diberikan Allah Swt diantara kita.

Untuk itu kita sebagai mahasiswa mulai sekarang harus berfikir jauh tentang kemaslahatan ummat dan terutama alam jagat raya ini. Ini tidak akan dapat kita selamatkan kecuali dengan pertolongan Allah Swt. Dan mendapatkan pertolongan Allah Swt tidak ada cara lain kecuali seperti yang dilakukan Nabi Muhammad Saw. sebagai Rahmatan Lil ‘alamin. Yakni melakukan kebaikan dan menyampaikannya kepada orang lain. Mudah-mudahan kita termasuk pewaris Rahmatan Lil ‘Alamin. Wallahu a’lam bis shawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar