Jumat, 27 November 2015

Seperti Apakah Pemimpin Yang Anda Inginkan?




Mendengar kata kepemimipinan saya langsung teringat apa yang dikatakan oleh nabi Muhammad Saw. Beliau pernah bersabda “Setiap kalian adalah pemimpin dan tiap-tiap pemimpin akan di mintai pertanggung jawabannya” (HR. Bukhari). Dalam hadis ini pemimpin di ambil dari kata “Ra’in” yang berarti pengembala. Dan pengembala itu tugasnya sangat sulit. Karena dialah yang mengarahkan gembalaannya mau kemana, mau makan apa, dan kapan istirahatnya. Tentunya menghadapi itu semua pengembala ini harus memiliki ketabahan dan kesabaran. Agar semua berjalan lancar sesuai yang telah direncanakan.
Memimpin bukanlah hal yang mudah. Pasti banyak permasalahan yang harus dihadapi. Dan permasalahan itu jarang diketahui seperti apa wujudnya. Sehingga banyak kita lihat pemimpin yang sudah berpengalamanpun tetap merasa kesulitan ketika menghadapi masalah. Untuk itu, yang perlu dipersiapkan sejak dini bukanlah mencari jawaban semua permasalahan-permasalahan yang ada. Tetapi kita harus jeli mengambil pelajaran dari pemimpin-pemimpin yang sabar dan tabah ketika mengatur dan menghadapi permasalahan itu sampai tuntas.
Semua orang kenal dengan sosok pemimpin yang dikenal dengan nama Abu Bakar As-Shiddiq r.a. Rakyatnya memandang khalifah Abu Bakar As-Shiddiq r.a memang lemah tubuhnya, namun mengenai tanggung jawabnya atas apa yang telah diamanahkan lebih kuat dibanding Umar Bin Khattab. Sehingga umar pernah angkat bicara tentang ketegasannya “Demi Allah, tiada lain yang aku lihat selain Allah telah melapangkan dada Abu Bakar untuk memerangi mereka, maka aku pun tahu bahwa Abu Bakar berada pada posisi yang benar.” (HR. Abu Daud, shahih). Selama kepemimimpinannya yang singkat beliau banyak menuai prestasi. Diantaranya beliau menghidupkan kembali wajib zakat, membantai nabi palsu, dan ekspedisi wilayah sampai ke Irak serta menulis al-Qur’an yang sampai sekarang bisa dirasakan umat Islam.

Dewasa ini, sangat jarang kita temui pemimpin seperti Abu bakar As-Shiddiq. Sebab pemimpin sekarang jauh dari karakter nilai-nilai Islam. Karena minimnya pengetahuan tentang syariat Islam dan kurang memperdalam bagaimana menjadi pemimpin yang baik sesuai tuntutan al-Qur’an dan Hadis. Padahal Islam mengajarkan kepada semua penganutnya agar menjadi seorang pemimpin yang bertanggung jawab. Anehnya, banyak sekarang yang mengatakan pemimpin yang beragama Islam tidak baik, dengan alasan karena banyak yang korupsi. Ini adalah pemahaman yang keliru. Mereka hanya menilai satu kasus dan langsung mengatakan semua pemimpin Islam tidak baik. Seharusnya harus dipelajari dulu dan disaksikan bagaimana kepemimpinan Islam yang pernah jaya dan memimpin seluruh dunia. Lantas, bagaimanakah ciri-ciri pemimpin dalam perspektif Islam?
Pertama, pemimpin dalam Islam harus memiliki kesabaran yang kuat. Kesabaran dalam Islam bukanlah pasrah menerima apa adanya. Tapi sabar adalah keteguhan yang kuat dalam menjalankan tugas dan menghadapi semua permasalahan. Sifat sabar ini adalah salah satu ciri-ciri nilai yang harus dimiliki setiap pemimpin Islam. Semua nabi dan rasul memiliki sifat ini. Dan apabila nabi dan rasul itu menjalankannya dengan konsisten maka diberi nilai tambah, disebut nabi dan  rasul yang Ulul Azmi. Kalau sifat sabar ini melekat kepada setiap pemimpin Islam, maka semua godaan duniawi seperti korupsi dapat dihadapi.
Kemudian pemimpin dalam Islam setelah sabar juga harus kuat. Rasulullah Saw pernah mengatakan kepada Abu Dzar supaya tidak menjadi pemimpin karena beliau  lemah “"Kamu lemah, dan ini adalah amanah sekaligus dapat menjadi sebab kenistaan dan penyesalan di hari kemudian (bila disia-siakan)".(H. R. Muslim). Amanah yang terbesar adalah memimpin. Dalam sejarah telah dikabarkan ada yang memipin dunia ini sebelum manusia. Dan mereka akhirnya saling saling bunuh membunuh bersaing merebut tonggak kepemimpinan. Dan itu adalah gambaran kekisruan yang terjadi di bumi ini. Sekarang kepemimpinan itu telah ada di tangan manusia. Ini lah tugas seorang pemimpin agar siap menghadapi konflik-konflik yang pasti terjadi ketika memimpin apa pun. Tentunya menghadapi ini pemimpin harus memiliki jiwa yang kuat, pantang menyerah, dan selalu optimis.
Biasanya, pemimpin Islam juga adalah orang-orang yang cerdas. Mereka adalah orang-orang yang biasanya menguasai cabang-cabang ilmu pengetahuan dengan luas. Kita lihat kecerdasan Umar bin Abdul Aziz. Walaupun dia mengutamakan mempelajari ilmu agama tetapi dia tidak menutup ilmu-ilmu pengetahuan umum yang berkembang. Pemimpin yang cerdas akan cepat melakukan tindakan. Ia tidak puas menunggu permasalahan hilang sendiri. Dan sangat jarang apa yang di putuskan tidak rasional. Karena orang yang cerdas ilmu pengetahuannya lebih pandai menyelesaikan masalah.
Seorang pemimpin juga harus bisa mengatur waktu dengan baik. Membagi waktu untuk bekerja, istirahat, beribadah, dan juga kepada keluarga. Membagi waktu sangat penting sehingga sering disinggung di dalam al-Qur’an. Allah Swt berfirman : “Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-‘Asr: 1-3). Dari ayat ini jelas bahwa waktu itu sangat penting. Karena kenyataannya memang banyak manusia yang menyesal di akhir-akhir waktunya yang tersisa. Sehingga kita diingatkan supaya benar-benar bisa mengatur waktu sebaik mungkin untuk melakukan yang terbaik. Jadi, seorang pemimpin harus bisa mengendalikan waktu. Skla prioritas ada ditangan keputusan seorang pemimpin. Walaupun dalam jadwal pekerjaan ada yang diprioritaskan, tapi harus ditekankan bahwa seluruh program kerja adalah penting. Tujuannya agar semua program kerja tidak ada ditunda-tunda. Sehingga seorang pemimpin bisa merealisasikan semua program yang telah direncanakan.
Dan terakhir adalah tawakkal.  Seorang pemimpin harus  membungkus semua kelihaian dan kepandaiannya memimpin dengan tawakkal kepada Allah Swt. Sebesar apapun usaha yang dilakukan seorang pemimpin tetapi kalau Allah Swt tidak ridho, maka semua yang kita lakukan bisa menjadi bencana. Untuk itu seorang pemimpin harus lebih dekat kepada Allah Swt agar apa yang dilakukan seorang pemimpin bisa mendapat keberkahan di dunia dan di akhirat.
Kelengkapan menyangkut kepmimpinan dalam Islam itu semua telah dirangkum pada diri Nabi Muhammad Saw., beliau adalah suri tauladan yang baik. Dia adalah seorang pemimpin negara yang bijak, beliau juga peimimpin hakim yang adil, pemimpin rumah tangga yang harmonis, dan semua yang dipimpinnya berjalan dengan baik dan sukses. Dan ketika di akhir-akhir usia hayat beliau. Dia memberi  tahu kunci rahasia kesuksesannya, beliau bersabda “Wahai sekalian manusia, sungguh telah aku tinggalkan bagi kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh dengannya maka kalian kalian tidak akan tersesat selamanya: (yaitu) Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Al-Hakim)
Jadi, kita simpulkan bahwa setiap manusia adalah seorang pemimpin. Tinggal pemimpin itu sendiri mau memimpin seperti apa. Sebagai pemimpin Islam tidak dilarang memakai teori kepemimpinan dari luar Islam. Asalkan teori itu tidak melanggar syariat Islam. Memimpin adalah fitrah manusia, karena setiap manusia wajib memimpin diri sendiri mengarahkan ke arah yang lebih baik. Sebelum bisa memimpin diri sendiri, janganlah mencoba-coba memimpin orang lain. Di dalam Al-qur’an sudah diperlihatkan bagaimana orang-orang yang memipin di dunia ini. Sifat-sifat pemimpin yang berhasil itu telah dirangkum pada diri Rasulullah Saw yang mulia. Dan apa yang dilakuakannya itulah sebagai konsep pemimpin dalam Islam. Mudah-mudahan kita dapat mencontoh beliau. “Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa". (QS. Al-Furqan: 74).
   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar