Syukurku pada Allah dengan hidayah
yang ia berikan kepadaku. Aku tak bayangkan seperti apa aku ini apabila dulu
aku mengikutkan hawa nafsuku. Berjalan tanpa arah terbang bagaikan kapas yang
dihembus angin tanpa mengetahui sampai dimana ia terhenti. Wa Allahu
A’alam hidayah ini tetap ia berikan
kepadaku sampai akhir hayatku. Namun disetiap aku berdo’a agar hidayah ini
jangan sempat ia cabut. Karena kalau sempat ia cabut sedetikpun sungguh aku
termasuk orang-orang yang sangat merugi. Karena dengan hidayahnya lah
orang-orang ia muliakan.
Aku teringat betapa kejam dan
kerasnya Umar bin Khattab sebelum Islam. Ia termasuk orang terdepan dalam
memusuhi Agama Islam. Bahkan Ia berniat ingin membunuh Sang Kekasih Allah Nabi
Muhammad SAW. Namun itu semua dapat Allah balikkan dengan begitu mudah. Dengan
perantara adiknya Ia mendapat hidayah Allah SWT. Masuk Islam. Dan
setelah keislamannya beliau dimuliakan Allah SWT. Menjadi sahabat terdekat Nabi
Muhammad SAW. Dan menjadi salah satu khalifah ar-Rasydin.
Dan terkadang aku merasa kesal
karena mungkin secuilnya pengetahuanku dibanding Allah SWT. Karena aku tak
menyangka sebab paman yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW. Abu Thalib bin
Abdul Mutholib tidak mendapat hidayah Allah SWT. Padahal pamannya lah yang
membela habis-habisan perjuangan dakwah Islam dengan mengorbankan hartanya
bahkan bersumpah terhadap kaum Quraiys nyawanya ia pertaruhkan demi membela
keponakannya tercinta yakni Nabi Muhammad SAW. Namun itu semua belum bisa
mengambil hidayah dari Allah SWT. Karena sesungguhnya hak Allah lah hidayah itu
bukan hak Nabi Muhammad SAW.
Pernahkah kita sejenak berfikir,
alangkah mahalnya hidayah Allah SWT itu. Imam para nabi saja pun yang meminta
kepada Allah SWT agar pamannya mendapatkan hidayah tidak terkabulkan apalagi
seperti kita ini yang berlumur dosa, banyak maksiat, suka menggunjing antar
sesama, durhaka terhap orang tua. Tiba-tiba kita sok dengan petentengan
memarah-marahi Allah SWT. Mengatakan hidup ini tak adil dan segala macam lah.
Ya Allah ....Ampuni dosa hamba ya Allah. Hidayah Islam yang telah Engkau
berikan kepadaku sudah cukup bagiku dari pada kuliah diluar negeri, kuliah di
mesir Al-Azhar, dan Dunia seisinya. Ya Allah ampunilah dosaku atas buruk sangka
hamba selama ini. Ampuni hamba ya Allah.
Ya
Allah “Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah
Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan
(pula jalan) mereka yang sesat" (QS. Al-Fatihah : 6-7)


